Apa Arti Rungkad, Samakah Dengan Ambyar?

  • Whatsapp
apa arti rungkad

Penggunaan istilah atau bahasa gaul di kalangan masyarakat terus berkembang seiring perkembangan zaman. Istilah-istilah baru terus bermunculan. Mau tak mau, suka tak suka kita harus ikut memahami.

Karena jika tidak akan ketinggalan atau kebingungan manakala menemukan istilah tersebut dalam pergaulan sehari-hari. Dulu kita mengenal istilah jebakan betmen, lalu belakangan ini muncul istilah rungkad. Lalu apa arti dari rungkad?

Bacaan Lainnya

Rungkad sebenarnya bukan bahasa gaul. Rungkad adalah bahasa daerah, tepatnya bahasa Sunda yang berarti tumbang atau roboh. Tumbang setumbang-tumbangnya, hingga akarnya pun ikut tercerabut.

Istilah ini mulai viral setelah seorang tiktoker asal Pangandaran menyebutkan dalam sebuah konten videonya. “Rungkad sayang,” ujarnya. Di video lain dia juga menyebut “Rungkad Siti,”.

Pembawaan dan ekspresinya yang jenaka membuat istilah rungkad jadi terkenal. Ungkapan keresahan dalam beragam konteks permasalahan yang dia ungkapkan rupanya kena di hati netizen.

Dia pun akhirnya terkenal, beriringan dengan terkenalnya istilah rungkad. Untuk kesekian kalinya media sosial berhasil mengangkat sesuatu yang konyol menjadi sesuatu yang digandrungi.

Jika dibandingkan, istilah rungkad ini sebenarnya memiliki kesamaan makna dengan istilah ambyar dalam bahasa Jawa. Walau pun secara harfiah antara rungkad bahasa Sunda dan ambyar bahasa Jawa sangat jauh berbeda.

Namun maknanya bisa dikatakan serupa. Yakni sama-sama merujuk situasi yang buruk, hancur, berantakan, amburadul dan tak tertolong lagi.

Penggunaan kata rungkad sendiri dalam pergaulan masyarakat Sunda sehari-hari kerap terdengar. Misalnya “tangkal kalapa rungkad ku angin” yang berarti pohon kelapa tumbang oleh angin.

Selain digunakan dalam kontek bahasa yang sebenarnya, masyarakat Sunda memang kerapkali menggunakan istilah itu untuk menggambarkan rumah tangga  atau hubungan percintaan.

Misalnya ungkapan “usaha bangkar, rumah tangga rungkad,” yang berarti usaha merugi rumah tangga hancur. Kalimat-kalimat semacam itu sering terdengar dalam percakapan urang Sunda.

Namun uniknya jika istilah rungkad digunakan di luar konteks makna sesungguhnya, lawan bicara akan menganggapnya sebagai sesuatu yang berlebihan sehingga dianggap jenaka.

Maka tak heran jika penggunaan kata itu sering membuat suasana menjadi hangat karena bisa memicu gelak tawa. Rungkad sayang…..!?

Pos terkait