Penyebab Hiu Tutul Terdampar di Pangandaran

  • Whatsapp
penyebab hiu tutul terdampar
Warga mencacah hiu tutul yang mati terdampar di Pangandaran.*

Pangandaran – Penyebab banyaknya hiu tutul terdampar di Pangandaran, mulai jadi pertanyaan publik. Hal itu menyusul fakta bahwa dalam dua bulan terakhir, di Pangandaran terjadi 4 kasus mamalia bernama latin Rhincodon typus itu terdampar.

Berdasarkan catatan tintaputihnet, rangkaian kejadian hiu tutul atau hiu paus terdampar terjadi di empat lokasi berikut,

Bacaan Lainnya
1. Pantai Batukaras

Selasa (6/7/2021) malam terjadi di pantai Batukaras Kecamatan Cijulang. Hiu tutul berhasil diselamatkan oleh warga dan nelayan.

2. Pantai Timur Pangandaran

Jumat (13/8/2021) pagi terjadi di pantai Timur Pangandaran, hiu tutul berhasil diselamatkan oleh warga dan nelayan.

3. Pantai wilayah Cibenda

Jumat (27/8/2021) siang terjadi di pantai Budiasih Desa Cibenda Kecamatan Parigi, hitu tutul ditemukan sudah mati.

4. Pantai Madasari

Sabtu (28/8/2021) pagi terjadi di pantai Madasari Kecamatan Cimerak, hiu tutul berhasil diselamatkan.

Perkiraan Ilmiah dan Mitos Penyebab Hiu Tutul Terdampar

Warga Pangandaran sendiri sejauh ini memiliki kesadaran akan kelestarian alam yang tinggi. Mereka selalu berusaha menyelamatkan agar hiu tutul itu kembali ke habitatnya.

Walaupun temuan hiu tutul di pantai Budiasih Desa Cibenda Kecamatan Parigi sampai dicacah untuk dikonsumsi, itu lebih disebabkan karena saat ditemukan sudah dalam keadaan mati. Kawasan pantai itu memang relatif sepi. Jarang dilalui warga atau nelayan, sehingga ketika terdampar tak sempat diselamatkan.

Dibalik fenomena ini tak sedikit warga yang mulai bertanya-tanya. Ada apa gerangan, penyebab banyak hiu tutul terdampar di Pangandaran. Sebagian nelayan ada yang berpendapat hal itu adalah fenomena biasa. Paling tidak itu didasarkan kepada pengalamannnya sebagai masyarakat pesisir.

Ada juga mitos yang berkembang. Diantaranya menyebutkan bahwa fenomena ini menjadi penanda akan datangnya musim kemarau yang panjang.

Mitos lainnya menyebutkan bahwa terdamparnya hiu tutul menjadi penanda segera datangnya musim panen ikan.

Namun demikian terlepas dari mitos yang berkembang, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam situs resminya memperkirakan fenomena banyaknya ikan paus terdampar di wilayah perairan Indonesia, disebabkan oleh tiga faktor berikut.

1. Aktivitas Kapal Selam

Mamalia laut seperti hiu tutul memiliki organ sistem navigasi penunjuk arah. Adanya aktivitas kapal selam bisa mengganggu fungsi organ tersebut. Sonar yang dipancarkan kapal selam bisa membuat sistem penunjuk navigasi hiu tutul mengalami gangguan. Sehingga mereka akhirnya terpisah dari kelompok dan terdampar di perairan dangkal.

2. Kenaikan Air Bawah Laut

Faktor kedua adalah kenaikan air bawah laut yang mengakibatkan kualitas air yang mengandung oksigen menjadi rendah. Kondisi ini yang kemudian mendorong mereka bergerak ke permukaan dan mendekat ke perairan dangkal.

3. Polutan

Pencemaran atau banyaknya polutan di laut ditengarai berpengaruh terhadap ketersediaan makanan ikan bongsor ini. Sehingga kondisi ini memaksanya berburu makanan ke wilayah laut dangkal hingga akhirnya terjebak di pantai.

Memang idealnya dilakukan penelitian khusus untuk mengungkap penyebab banyaknya hiu tutul terdampar di Pangandaran. Sehingga terungkap jelas, tak hanya sebatas mitos atau perkiraan ilmiah semata.

Pos terkait