Pacuan Kuda Legokjawa Jadi Arena Derby 2021 Seri I

  • Whatsapp
pacuan kuda legokjawa
PESERTA Derby 2021 beradu cepat di lintasan arena pacuan kuda Legokjawa Kecamatan CImerak Kabupaten Pangandaran.*

Pangandaran – Pacuan kuda Legokjawa di Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran menjadi arena kuda pacu Derby 2021 seri I, Sabtu (4/9/2021). Sekitar 100 ekor kuda dari berbagai daerah di tanah air ikut ambil bagian dalam kejuaraan itu.

Di tengah terik mentari dan debur ombak pantai Madasari, kuda-kuda unggulan yang ditunggangi joki-joki berpengalaman adu cepat dalam 19 race yang dilombakan.

Bacaan Lainnya

Kuda-kuda berpostur bongsor terlihat mantap melibas lintasan pacuan kuda Legokjawa yang dikenal karena keindahannya.

“Event ini merupakan bagian dari persiapan pekan olahraga nasional (PON) 2024 mendatang di Aceh,” kata Bambang Heru Ketua Pordasi Jawa Barat.

Dengan kejuaraan Derby 2021 ini kuda-kuda dari berbagai provinsi bisa uji kemampuan dan melakukan pemetaan kekuatan untuk persiapan PON 2024 nanti.

Hasil akhir pertandingan di pacuan Legokjawa kali ini menempatkan kontingen Jawa Barat sebagai juara satu dengan 92.5 poin.

Disusul posisi kedua Jawa Tengah 67,5 poin, posisi ketiga Sulawesi Selatan dengan 10,5 poin dan Sumatera Barat di posisi empat dengan 3 poin.

Meski tanpa kehadiran penonton, tapi acara berlangsung seru. Semua kuda dan joki mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk menjadi yang terdepan.

Acara ini memang digelar tanpa penonton. Petugas bahkan melakukan pemblokiran jalan akses menuju arena pacuan kuda Legokjawa.

Lebih lanjut Bambang mengaku bersyukur masih bisa melaksanakan event berskala nasional meski di tengah pemberlakuan PPKM COVID-19.

“Berkat bantuan dan pengawasan Pemkab Pangandaran dan semua pihak, kita bisa melaksanakan pertandingan walau pun tanpa ada penonton,” kata Bambang.

pacuan kuda legokjawa
KUDA memacu kecepatan di dekat deru ombak pantai Madasari.*

Terapkan Hybrid Event Concept di Pacuan Kuda Legokjawa

Untuk mengobati rasa penasaran warga Pangandaran dan kerinduan para pecinda olahraga kuda pacu, panitia melakukan live streaming dari pacuan kuda Legokjawa.

“Kami mencoba menggelar event balap kuda dengan hybrid event concept. Tak usah datang ke arena, cukup menonton via streaming sambil rebahan,” kata Asep Noordin, pembina Pordasi Pangandaran.

Dia menjelaskan kondisi pandemi COVID-19 menuntut semua pihak termasuk penyelenggaran event balap kuda kreatif dan inovatif.

Tujuannya adalah mencari cara agar agenda balap kuda di pacuan kuda Legokjawa bisa tetap berjalan namun tetap patuh aturan protokol kesehatan.

“Pacuan kuda ini merupakan aset Pangandaran yang harus terus dikembangkan. Selain menjadi arena olahraga, juga harus menjadi daya tarik wisata dan mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar,” kata Asep.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperbanyak penyelenggaraan event berkuda di pacuan kuda Legokjawa.

Apalagi sejauh ini masih banyak event-event olahraga berkuda lain yang belum digarap.

Misalnya tunggang serasi (dressage), lompat rintang (show jumping), trilomba (eventing), cross country dan panah berkuda (horseback archery).

“Arena pacuan kuda Legokjawa ini bisa dimanfaatkan untuk menggelar seluruh cabang olahraga berkuda. Mungkin ke depan kita bisa menggelar kegiatan tersebut agar olahraga berkuda dan wisata berkuda di Pangandaran bisa terus berkembang,” kata Asep.

pacuan kuda legokjawa
KUDA bersiap berlari dibalik kandang start.*

Diskualifikasi Peserta Akibat Melanggar Aturan PPKM

Ada kejadian menarik di event Derby 2021. Sebagaimana diketahui sebelum event digelar Satgas COVID-19 Pangandaran mengizinkan kegiatan ini dengan berbagai syarat.

Selain tanpa penonton, peserta pertandingan pun dibatasi. Satu pemilik kuda hanya boleh mendaftarkan seekor kuda untuk berlaga di pacuan kuda Legokjawa tersebut. Tujuannya tiada lain untuk menekan potensi lonjakan peserta.

Uniknya saat lomba, panitia menemukan adanya peserta yang menurunkan dua ekor kuda. Hal ini langsung dihukum panitia lomba dengan diskualifikasi.

“Dalam aturan Pordasi memang tidak ada, itu hanya aturan dalam komitmen atau ketentuan dengan Satgas COVID-19. Jadi walau pun tak ada aturan dari Pordasi, namun untuk kali ini semua harus tunduk pada aturan pencegahan COVID-19,” kata Dani Supardi, Ketua Pordasi Pangandaran.

pacuan kuda legokjawa
KUDA pacu melibas lintasan lurus.

Pos terkait