Bayi Perempuan Ditelantarkan di Mesjid Al-Ikhlas Kalipucang

  • Whatsapp
bayi ditelantarkan mesjid kalipucang
BAYI perempuan yang ditelantarkan di mesjid Al Ikhlas Kalipucang Pangandaran, Sabtu (11/9/2021).

Pangandaran – Sarlo (32) warga Dusun Bantardawa RT/RW 3/4 Desa Ciparakan Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran memacu sepeda motor bergerak menuju pulang.

Di jok belakang duduk Darnyoh (27) istrinya. Sabtu (11/9/2021). Mereka berdua baru saja pulang dari Pangandaran.

Bacaan Lainnya

Jarum jam menunjuk angka 3, ketika Sarlo mengeluhkan rasa kantuk yang menyergap dan mengganggu konsentrasi.

Darnyoh khawatir,  lantas menyuruh suaminya menepikan sepeda motor ke mesjid. Sekalian dia belum menunaikan salat Ashar.

Mesjid Al Ikhlas di Dusun Empangsari Desa kalipucang Kecamatan Kalipucang akhirnya jadi persinggahan. Sarlo langsung berbaring memejamkan mata di teras mesjid.

Sementara Darnyoh mengambil air wudhu. Sejurus kemudian dia masuk ke mesjid melalui pintu sebelah kiri.

Begitu masuk dia kaget bukan kepalang. Di dalam mesjid Darnyoh menemukan sosok bayi mungil yang tergeletak di keranjang pakaian.

Darnyoh sempat celingukan mencari orangtua bayi tersebut. Tapi di dalam mesjid tak ada orang lain selain dirinya.

Dia langsung membangunkan suaminya untuk memberitahu apa yang baru saja dia lihat. Selain itu dia juga segera memberitahu warga sekitar ikhwal penemuan “orok beureum” tersebut.

Gegerlah seisi kampung. Isi kepala warga dipenuhi pertanyaan siapa gerangan orangtua yang tega meninggalkan bayi mungil seorang diri di dalam mesjid.

Aparat dari Polsek Kalipucang akhirnya turun tangan. Bayi berjenis kelamin perempuan itu dievakuasi ke Puskesmas Kalipucang untuk mendapatkan perawatan.

Tim medis menduga bayi dengan bobot 2 kilogram dan panjang 46 centimeter itu baru berusia 2 hari.

“Untuk sementara kami titipkan di Puskesmas, karena bayi butuh perawatan. Kondisinya Alhamdulillah sehat,” kata Kapolsek Kalipucang Iptu Iman Sudirman.

Dia mengatakan kasus ini akan diselidiki oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Ciamis, terutama untuk mengungkap motif dan identitas orang yang menelantarkan bayi tersebut.

Namun demikian kendati ditelantarkan oleh orangtuanya. Sejumlah warga antri untuk merawat dan membesarkan bayi lucu tersebut.

“Dari sore tadi, ada sekitar 10 orang yang menyatakan minat untuk mengadopsi anak ini,” kata Iman.

Iman menjelaskan proses adopsi memang diperbolehkan sepanjang memenuhi prosedur dan aturan yang berlaku. “Untuk sementara dirawat di Puskesmas saja dulu,” katanya.*

Pos terkait