Pantai Batukaras dan Pantai Madasari Pangandaran Ditutup Sementara

  • Whatsapp
pantai batukaras madasari ditutup
Pantai Batukaras Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran.*

Pangandaran – Pemerintah Kabupaten Pangandaran secara resmi menutup sementara aktivitas pariwisata di dua destinasi yaitu pantai Batukaras Kecamatan Cijulang dan pantai Madasari Kecamatan Cimerak.

Langkah tegas itu diambil karena pelaku wisata di pantai Batukaras dan pantai Madasari tidak bisa memenuhi target 90 persen vaksinasi pelaku wisata yang sebelumnya diwajibkan oleh Pemkab Pangandaran.

Bacaan Lainnya

“Kami ingin mengumumkan bahwa mulai Sabtu (18/9/2021) pukul 00.00 WIB, pantai Batukaras dan pantai Cimerak terpaksa ditutup sementara. Karena target vaksinasi pelaku wisata di kedua pantai itu tidak bisa terpenuhi,” kata Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, melalui sambungan telepon Jumat (17/9/2021) malam.

Jeje mengatakan penutupan kedua objek wisata itu merupakan bukti keseriusan dan komitmen Pemkab Pangandaran dalam penegakan aturan-aturan selama masa PPKM.

“Ya harus serius, kan sejak hari Selasa lalu sudah ditekankan mengenai komitmen ini. Sekarang kalau mau dibuka lagi, pelaku wisata harus mau divaksinasi. Kalau target vaksinasi 90 persen pelaku wisata sudah tercapai, jangankan satu minggu, besok pun saya buka lagi,” kata Jeje.

Pencapaian vaksinasi pelaku wisata di pantai Batukaras hingga pukul 18.00 WIB tadi, baru mencapai 57 persen. Sementara pelaku usaha wisata di pantai Madasari baru 60 persen.

Sebagaimana diketahui, Pangandaran saat ini berada di level 2 PPKM. Selain itu Pangandaran juga sedang dikejar target pencapaian vaksinasi total 50 persen. Jika pekan depan realisasi vaksinasi 50 persen tak tercapai, Pangandaran bisa naik ke level 3.

Lebih lanjut Jeje mengatakan di akhir pekan ini pihaknya akan melakukan pemantauan Prokes secara intensif di pantai Pangandaran.

“Pantai Pangandaran masih buka karena target vaksinasinya tercapai. Tapi besok akan kita pantau penerapan Prokesnya. Kalau ternyata masih kendor dan banyak pelanggaran, terpaksa kami tutup juga,” kata Jeje.

Pendisiplinan pelaku wisata ini menurut Jeje penting dilakukan agar semua pihak benar-benar memahami pentingnya  Prokes dan mematuhi aturan PPKM.

“Menghadapi situasi seperti ini harus sama-sama, kerja kolektif. Tak bisa hanya pemerintah saja, tapi masyarakat dan semua stakeholder harus kompak. Jangan menyepelekan aturan pemerintah, kita patuhi agar pariwisata tetap bisa buka, ekonomi bisa bergerak lagi,” kata Jeje.

Pos terkait