Crosser Tasik Luthfi Petrik Siap Berlaga di PON Papua

  • Whatsapp
luthfi petrik PON Papua
LUTFHI  Petrik (kiri) bersama tandemnya di nomor beregu SE 125 CC usai menempati rangking tiga di ajang Pra PON.*

Tasikmalaya – Atlet cabor motocross asal Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya Luthfi Petrik (18) memastikan diri untuk berlaga pada ajang PON Papua 2020. Kepastian itu dibuktikan dengan terbitnya Surat Keputusan dari Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jabar yang diterima Korwil IMI Kab. Tasikmalaya beberapa hari lalu.

Pengurus Korwil IMI Kab. Tasikmalaya mengaku bangga dengan terpilihnya Lutfhi untuk membela kontingen Jabar di ajang paling bergengsi di tanah air itu.
Lutfhi sendiri akan turun di cabor motocross SE 125 cc perorangan serta SE 125 cc beregu bersama Darish Nail Budiman.

Bacaan Lainnya

Pembalap yang sempat mencicipi podium di Kejurda Jabar 2019 serta juara ketiga babak kualifikasi PON Papua ini tengah berada pada performa terbaik, terutama saat mengikuti training camp.

“Best time-nya 1,45 menit. Skill dan kepercayaan dirinya terus menunjukan grafik meningkat, sehingga kami sangat optimis Lutfhi bisa pulang memboyong medali, ” kata Ketua Korwil IMI Kab. Tasikmalaya Cipto Supomo serta ayah Lutfhi, Wartiman saat bersilaturahmi dengan pengurus KONI Kab. Tasikmalaya, di kantor KONI jalan Pemuda, Selasa (21/9).

Apalagi kemampuan “kuda besi” yang dipoles tim mekanik di bawah arahan Eram Gozim pun diyakini sudah lebih menunjang.

Hanya memang persaingan di kelas yang akan diikuti Lutfhi tergolong ketat, dimana atlet dari Jawa Timur, Papua dan atlet dari daerah lainnya tak menutup kemungkinan bisa mengubur harapan Lutfhi untuk mencetak sejarah menjadi atlet balap motor pertama asal Kab. Tasik yang merebut medali di ajang itu.

“Makanya persiapan mulai teknik, fisik maupun mental harus jadi perhatian dia, ” kata Cipto diamini Tisna Badar dan Feri pengurus IMI Kab. Tasik lain.

Terkait rencana keberangkatan Lutfhi ke Papua tanggal 4 Oktober nanti,  seluruh jajaran pengurus dan orangtua Lutfhi juga sangat berharap doa dan dukungan dari masyarakat tatar Sukapura agar atlet kebanggaan Kab. Tasikmalaya membawa pulang medali.

Sekretaris KONI Kab. Tasikmalaya, Jejen AJ. Dahlan bersyukur sekaligus mengapresiasi kerja keras Luthfi  dan Korwil IMI, sehingga atlet Kab. Tasikmalaya tetap memberi kontribusi bagi kontingen Jabar di ajang bergengsi di tanah air itu.

“Kami kira lolosnya Luthfi tidak terjadi secara sinsalabim, melainkan melalui proses dan perjuangan ektra. Jadi ini merupakan sebuah capaian monumental. Sebab Korwil belum lama terbentuk sudah langsung mengirimkan atletnya berlaga di ajang PON, ” ujar Jejen dan Wakil Ketua KONI bidang binpres, H. Wawan Setiawan.

Hanya saja baik H. Wawan maupun Jejen meminta maaf karena belum bisa memberikan uang “kadeudeuh” untuk membantu persiapan Lutfhi ke medan perang. Sebab, dana hibah dari pemerintah Kab. Tasikmalaya hingga kini belum cair.  “Jadi wayah na dianjuk, ” kata H. Wawan berseloroh.

Meski demikian Jejen berharap kurangnya perhatian materi dari KONI tak menyurutkan semangat juang Lutfhi untuk meraih prestasi.
“Apalagi harus diratapi, ” ujar Jejen.

Sementara Cipto Supomo, Ketua pengcab IMI/Bermotor Kab. Tasikmalaya menegaskan Bahwa IMI akan memberikan semacam uang kadeudeuh untuk Lutfhi sebelum bertolak menuju Papua, 4 Oktober mendatang.*

Pos terkait