Dinas Pertanian Pangandaran Kerahkan PPL Genjot Vaksinasi

  • Whatsapp
dinas pertanian pangandaran
KALANGAN petani menjadi salah satu target sasaran vaksinasi COVID-19.*
Pangandaran – Pemerintah Kabupaten Pangandaran terus mengejar target vaksinasi COVID-19, sebesar 50 persen dari total sasaran.  Target dengan batas waktu sepekan ke depan ini merupakan syarat agar Pangandaran tetap berada di level 2 PPKM.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberdayakan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan penyuluh pertanian swadaya (PPS) untuk mengajak petani menjalani vaksinasi.
Dinas Pertanian bahkan menjanjikan akan memberi hadiah bagi PPL dan PPS yang berhasil mengajak petani agar mau divaksinasi.
Kepala Dinas Pertanian Pangandaran Sutriaman mengatakan pemberian hadiah itu sebagai bentuk dukungan percepatan vaksinasi di Pangandaran.
“Mereka harus bisa mengajak petani di desanya masing-masing. Capaiannya harus lebih dari target, kita meluncurkan gerakan petani sadar vaksin,” kata Sutriaman, Selasa (21/9/2021).
Sutriaman menuturkan pihaknya menargetkan dalam waktu sepekan ke depan ada 250 petani yang sudah mendapatkan vaksinasi di setiap desa. Pangandaran sendiri memiliki 93 desa di 10 kecamatan.
Dinas Pertanian menggelar gerakan petani sadar vaksinasi ini sampai 4 Oktober 2021.
“Jadi nanti pemenangnya itu PPL atau PPS di desa yang capaian vaksinasinya tertinggi. Hadiah disiapkan untuk 3 juara. Juara 1 dapat Rp 5 juta, juara 2 Rp 3 juta dan juara 3 Rp 2 juta,” kata Sutriaman.
Selain diganjar hadiah jutaan rupiah, Sutriaman juga menjanjikan prioritas mendapatkan bantuan alat-alat pertanian bagi wilayah pertanian dengan capaian vaksinasi yang tinggi.
Berdasarkan data pada sistem informasi penyuluh (SIMLUH), jumlah petani di Kabupaten Pangandaran sendiri tercatat sebanyak 70.000 orang. Sedangkan yang memiliki kartu tani ada 60.000 orang.
Sejauh ini belum diketahui berapa prosentase petani yang sudah vaksinasi, tapi jumlah di sistem informasi penyuluh tersebut akan menjadi fokus sasaran gerakan petani sadar vaksinasi yang digagas Dinas Pertanian Pangandaran.
“Petani juga jangan ketinggalan, harus mau divaksinasi, walaupun kesehariannya di sawah atau kebun, potensi terpapar tetap ada. Makanya harus vaksinasi untuk menekan risiko,” kata Sutriaman.*

Pos terkait