Alumni STAINU Tasikmalaya Diminta Menjaga Nilai-nilai Aswaja

  • Whatsapp
STAINU Tasikmalaya
KOORDINATOR Kopertais Wilayah II Jawa Barat Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si (tengah) berfoto bersama senat STAINU Tasikmalaya usai pelaksanaan wisuda, Rabu (29/9/2021).*

Tasikmalaya – Alumni Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Tasikmalaya diharapkan senantiasa menjaga semangat nilai-nilai keislaman ahlussunah waljamaah (Aswaja) Annahdiyah saat berada di lingkungan masyarakat. Nilai-nilai Aswaja terejawantahkan melalui konsep tasamuh, tawasuth, tawazun, itidal dan amar maruf  nahyi munkar.

“Prinsip-prinsip tersebut kami harapkan tetap terpatri dalam jiwa seluruh alumni, terejewantahkan dalam laku dan gerak kehidupan kita dimana pun berada, ” ujar Ketua STAINU Tasikmalaya Pepep Puad Hasim, pada acara wisuda STAINU yang digelar di Balroom Hotel Grand Metro, Rabu (29/9/2021).

Bacaan Lainnya

Pada wisuda ke X dan Milad XIII STAINU Tasikmalaya tahun Akademik 2020/2021, jumlah wisudawan dan wisudawati mencapai 67 lulusan terdiri dari Prodi manajemen pendidikan islam (MPI) 53 orang serta Prodi hukum keluarga islam (HKI) 14 orang.

Adapun wisudawan yang meraih predikat IPK tertinggi yakni Tanti Ramadanti, S.Pd (3,64) dan Farah Aldina Febrianti, S.Pd. (3,64) dari MPI serta Ulfah Hasanah, SH. (3,73) dan Sarah Kurniasari, SH. (3,67).

Sejumlah penghargaan pun turut diberikan untuk Tia Nurhaz, S.Pd. (teraktif), Syahidul Sukur, S.Pd (berprestasi non-akademik) serta M. Satriana, S.H (menginspirasi).

Dosen yang aktif melakukan Tri Dharma PT juga tak luput dari perhatian dimana peraih penghargaan di Bidang Penelitian diraih Hani Sholiha, Bidang Pengabdian Anwar Nashori, Bidang Pendidikan dan Pengajaran Ai Hilyatul Halimah.

Puad menambahkan bahwa dengan membumikan nilai-nilai ahlussunah waljamaah, maka STAINU akan memberi kontribusi dalam mendukung sekaligus menghadirkan kehidupan yang rahmatan lil’alamin.

Pada kesempatan itu, Puad juga meminta doa dan dukungan agar proses akreditasi pada institusi maupun program studi baik MPI, HKI serta KPI berjalan lancar.

“Dalam merespon era industri 4.0, STAINU juga kami dorong untuk beradaptasi dengan membangun sistem penyelenggaraan akademik maupun non akademik berbasis digital. Mudah-mudahan kebanggaan kita sebagai satu satunya lembaga tinggi NU yang tegas menunjukan identitas NU dan menempatkan Aswaja sebagai ruh serta visi misi institusinya dapat tetap eksis,” ujar Puad.*

Pos terkait