Kandang Hayam Viral Awas Jerat Hukum Bagi Penyebarnya

  • Whatsapp
kandang hayam viral
Tangkapan layar fitur pencarian Facebook.

Pangandaran – Pengguna media sosial di Kabupaten Pangandaran sejak Kamis (30/9/2021) malam dihebohkan dengan ramainya tagar kandang hayam viral atau kandang ayam viral. Kehebohan terus berlanjut hingga Jumat (1/10/2021), pembahasan ikhwal kandang ayam ini ramai menghiasi timeline atau status media sosial, terutama Facebook.

Bahkan pada fitur pencarian, aplikasi Facebook menyatakan pencarian kata kunci kandang hayam viral sedang populer. Akun-akun warga Pangandaran ramai membicarakan kandang hayam viral tersebut.

Bacaan Lainnya

Belakangan diketahui, heboh tagar kandang hayam viral itu rupanya merujuk kepada beredarnya sebuah video yang mengandung konten negatif yang terjadi di sebuah kandang ayam.

Terlepas dari kehebohan video kandang hayam viral tersebut, ada aturan hukum yang harus diperhatikan. Terutama Undang-undang ITE Nomor 19 Tahun 2016 Pasal 27 Ayat 1.

Pasal tersebut menyatakan “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan”.

Ancaman hukum bagi pelanggar pasal tersebut tertuang dalam Pasal 45 UU ITE, yakni: “Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)”.

Aturan ini tentu saja mengharuskan kita berhati-hati mendistribusikan sebuah konten termasuk yang saat ini sedang hangat dibicarakan warga Kabupaten Pangandaran.

Jangan sampai hanya gegara ikut menyebarkan konten negatif tersebut, kita harus berurusan dengan aparat hukum.

Kalau pun terlanjur menerima atau menemukan penyebaran konten tersebut, cukup berhenti di anda. Jangan sampai disebarkan kembali, apalagi diunggah ke media sosial.

Selain membawa konsekuensi hukum yang berat, hal lain yang harus diperhatikan adalah aspek sosial. Pengguna internet tentu saja harus berperan aktif menciptakan ruang digital yang bersih dan sehat, termasuk menghindari penyebaran konten negatif seperti konten pornografi.*

Pos terkait