Bangkit di Tengah Pandemi Ala Pecinta Alam

  • Whatsapp
wanapala tasikmalaya
Septiawan "Combat"

Tasikmalaya – Pandemi COVID-19 di Indonesia mulai reda. Para pecinta alam yang selama ini “tiarap” akibat pembatasan sosial yang dilakukan pemerintah, mulai bergeliat kembali.

Menyadari hal itu, Wanapala sebagai salah satu kelompok pendaki gunung dan penempuh alam bebas menginisiasi gelaran yang bertajuk Ngobrol Pintar Petualang yang akan di gelar pada Rabu (12/10/21) mendatang.

Bacaan Lainnya

Kelompok yang sudah berdiri sejak 26 tahun yang lalu ini, mengundang para petualang senior seperti Bongkeng (Pendaki Gunung Senior Indonesia), Mamay S Salim (Pemanjat Senior Indonesia) dan Iwan Irwan Kweceng (Tim 7 Summit Indonesia).

Selain ada pula Tim Eiger Adventure Service Team (EAST Indonesia) untuk membedah beragam program yang bisa jadi bahan masukan bagi para KPA agar kembali bangkit di tengah pandemi atau bersiap menghadapi situasi new normal.

Ketua Pelaksana Ngopi Pintar Petualang Wanapala, Septiawan “Combat” mengungkapkan gelaran ini dilaksanakan sebagai ajang silaturahmi dengan para pengiat alam terbuka baik dari angkatan senior maupun dari angkatan junior.

Gelaran akan berlangsung di Ruang Ide Jalan KHZ Mustofa Cihideung Kota Tasikmalaya dengan kemasan acara yang disajikan berupa talk show.

Septiawan berharap gelaran ini bisa mengobati rasa rindu para petualang yang telah sekian lama tidak beraktivitas karena pandemi Covid-19.

“Selain itu dengan gelaran ini diharapkan terbangun motivasi eksistensi para kelompok pecinta alam yang ada di Tasikmalaya,” katanya.

Anggota Wanapala Senior Bambang Bono menambahkan kelompok pecinta alam dari Sispala dan Mapala di masa pandemi memiliki kendala dalam regenerasi karena beberapa aktivitas kelompok pecinta alam terhambat.

Dirinya berharap dalam gelaran nanti dapat menginspirasi sebuah aktivitas bagi para KPA yang ada di Tasikmalaya untuk bisa eksis di masa pandemi.

“Aktivitas dimasa pandemi tidak harus digunung saja, banyak hal yang dapat dilakukan untuk bisa membantu penanganan pandemi COVID-19,” ujarnya.

Pos terkait