Dewan Dorong Pemkot Tasikmalaya Optimalisasi PAD

  • Whatsapp
PAD Kota Tasikmalaya
ANGGOTA Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Murjani berfoto bersama Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Ivan Diksan.*

Tasikmalaya – Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dilakukan Pemerintah Kota Tasikmalaya diharapkan menjadi sebuah komitmen yang harus direalisasikan.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Murjani. Dia mengaku mengapresiasi komitmen yang disampaikan Wali Kota Muhammad Yusuf yang menunjukan semangat untuk menyongsong akhir tahun tanpa defisit.

Bacaan Lainnya

“Komitmen seperti itu memang perlu diapresiasi. Namun tentu saja harus diimplemntasikan dengan kerja keras serta intens melakukan monitoring dan evaluasi setiap saat. Agar hasilnya tidak jeblok. Kita di DPRD juga tentu akan mengawal agar target tersebut bisa terealisasi,” kata Murjani usai rapat paripurna APBD Perubahan tahun 2021 di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Jumat (9/10/2021).

Namun melihat tren perkembangan dalam beberapa bulan ke belakang, Murjani cukup optimistis target yang dicanangkan di penghujung tahun anggaran 2021 ini bisa lebih dari target. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya tempat usaha yang mulai kembali ramai oleh pengunjung.

Hanya saja dia mengingatkan agar Satgas COVID-19 di berbagai tingkatan harus selalu mengingatkan dan memberi penyadaran pada masyarakat akan pentingnya menaati protokol kesehatan. Sebab kencangnya laju pertumbuhan ekonomi tak akan berarti manakala penyebaran COVID-19 kembali naik.

“Landainya paparan COVID-19 harus jadi momentum semua pihak agar perekonomian kembali bangkit. Saya kira saat ini momentum tepat untuk bangkit dan bersama-sama membuat iklim usaha yang baik di kuartal keempat 2021 ini,” ujarnya.

Sebelumnya Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf menjelaskan anggaran perubahan APBD 2021 menyisakan defisit sekitar Rp 4,5 miliar. Tapi defisit tersebut rencananya akan ditutup dari potensi pendapatan.

“Kita upayakan defisit itu bisa tertutupi, Insya Allah sekitar Rp 5 miliaran kita upayakan bersama agar tercapai, supaya perubahan APBD nanti berimbang antara belanja dengan pendapatan yang kita terima,” ujarnya.

Menurutnya di anggaran murni tahun ini, Pemkot sempat tekor Rp 55 miliar. Setelah melakukan refocusing dan reposisi alokasi belanja, tersisa Rp 4,5 miliar saja yang harus ditutup sampai akhir tahun.

“Jadi reposisi, refocusing sampai kita bahas beberapa kali untuk dirasionalkan hanya tertutup Rp 30 miliar. Kami bahas rasionalkan lagi. Akhirnya defisit tinggal Rp 4,5 miliaran. Kita serahkan ke Bappenda agar didorong katrol pendapatan semoga 15 persen bisa tercapai,” katanya. *

Pos terkait