Tiga Ruang Publik di Kota Banjar yang Paling Terkenal

  • Whatsapp
ruang publik kota banjar
SUASANA taman Pusdai Kota Banjar di sore hari.*

Banjar – Sebagai sebuah wilayah kota, keberadaan ruang publik di Kota Banjar terang saja menjadi kebutuhan yang penting.

Tak heran jika Pemerintah Kota Banjar sejak resmi berdiri pada tahun 2003 silam terus menggenjot pembangunan infrastruktur. Termasuk salah satunya pembangunan dan penataan ruang publik.

Bacaan Lainnya

Kini masyarakat yang datang ke Kota Banjar memiliki banyak pilihan ruang publik untuk dimanfaatkan atau dikunjungi. Ruang publik sendiri dapat didefinisikan sebagai ruang yang terbentuk karena adanya kebutuhan akan tempat untuk bertemu atau berkomunikasi.

Pada dasarnya ruang publik merupakan suatu wadah yang dapat menampung aktifitas tertentu manusia, baik secara individu maupun kelompok.

Ruang publik juga menjadi tempat dimana siapapun berhak untuk datang, tanpa merasa terasing oleh kondisi ekonomi maupun sosialnya. Ruang publik bersifat umum, tidak dipungut biaya dan tanpa adanya diskriminasi latar belakang bagi para pengunjungnya.

Pembangunan ruang publik di Kota Banjar tentu saja memperhatikan beberapa kebutuhan dasar yang dapat memenuhi kepuasan pengguna ruang publik. Diantaranya adalah kenyamanan yang menjadi syarat mutlak untuk keberhasilan sebuah ruang publik.

Durasi pengunjung berada di ruang publik merupakan salah satu indikator dari kenyamanan, selain ditentukan pula oleh faktor lingkungan serta fasilitas.

Ruang publik di Kota Banjar menjadi wahana relaksasi yang merupakan bentuk kenyamanan secara psikologis. Relaksasi ini dipengaruhi oleh keberadaan elemen-elemen alam seperti pepohonan, tanaman dan air serta lokasi yang jauh dari kebisingan.

Keberadaan ruang publik di Kota Banjar telah memberikan manfaat yang positif, khususnya dalam meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat. Hal itu karena berjalannya fungsi dari ruang publik itu sendiri, yang menyangkut fungsi sosial.

Dimana ruang publik menjadi tempat berkomunikasi atau bersosialisasi, tepat bermain dan berolahraga, tempat mendapatkan udara segar, tempat menunggu, sebaga pembatas diantara massa bangunan, sarana untuk menciptakan kebersihan dan keindahan lingkungan dan fungsi-fungsi sosial lainnya.

Yang tak kalah penting ruang publik juga telah mengemban fungsi ekonomi. Karena faktanya di beberapa ruang publik tumbuh simpul-simpul kegiatan transaksi ekonomi masyarakat.

Meski hal itu kerap berbenturan dengan ketertiban dan keindahan, namun fungsi ekonomi ruang publik tetap memberikan nilai positif bagi kehidupan masyarakat.

Aktifitas ekonomi di ruang publik menjadi salah satu magnet kuat untuk membuat masyarakat berkunjung. Lantas dimanakah ruang-ruang publik di Kota Banjar tersebut?. Berikut adalah sebagian dari deretan ruang publik yang ada di Kota Banjar.

ruang publik kota banjar
SUASANA alun-alun Kota Banjar di malam hari.*

1. Alun-alun Banjar

Ruang publik yang satu ini merupakan yang utama di Kota Banjar. Kawasan publik ini menjadi tempat dan saksi perjalanan Kota Banjar dari masa ke masa.

Sejak jaman kolonial Belanda sampai sekarang, kawasan ini telah menjadi ruang publik dan menjadi town square pemerintahan Banjar.

Kawasan ini kerap menjadi lokasi perhelatan atau seremonial pemerintahan dan sosial masyarakat.

Sebuah foto yang dirilis situs arsip pemerintah Belanda menggambarkan kondisi alun-alun Banjar masih berupa tanah lapang di tahun 1925. Namun bangunan mesjid agung dan pusat pemerintah sudah berdiri.

Sampai saat ini, setiap hari alun-alun Kota Banjar selalu ramai dikunjungi masyarakat. Keramaian akan terjadi di waktu sore hingga malam hari. Di akhir pekan keramaian alun-alun semakin menjadi, kawasan yang berada di jantung Kota Banjar ini kerapkali disesaki pengunjung.

Alun-alun Banjar telah menjadi ruang publik favorit bagi masyarakat. Alun-alun Kota Banjar juga menjadi tempat yang pas untuk tempat bermain anak-anak. Apalagi kehadiran penjual makanan dan aneka permainan membuat anak-anak betah berlama-lama bermain di tempat ini.

Bagi orang dewasa pun nyaris serupa, penjual makanan dan aneka kebutuhan menjadi daya tarik tersendiri. Duduk santai menanti malam sambil menyaksikan aktifitas masyarakat, adalah salah satu yang bisa dilakukan di alun-alun Banjar.

Jika ingin makanan, tinggal pesan. Banyak pilihan kuliner dan para pedagang pun siap melayani dengan ramah. Selain pedagang kuliner dan mainan anak-anak, banyak pula pedagang yang menjajakan aneka kebutuhan mulai dari sekedar aksesoris sampai pakaian.

Sejak Banjar menjadi pemerintahan kota yang mandiri, alun-alun Kota Banjar memang banyak mengalami perubahan. Desain arsitekturnya tampak lebih modern. Berlantai keramik dan berhias ornamen-ornamen dan tanaman dan lampu hias yang membuat suasana tampak asri.

Letaknya yang berdekatan dengan mesjid agung Banjar dan Pendopo, membuat alun-alun Banjar menjadi tempat diselenggarakannya kegiatan keagamaan dan kegiatan pemerintahan.

Bagi masyarakat Banjar sendiri, alun-alun merupakan kawasan yang menyimpan segudang kenangan dalam kehidupan mereka masing-masing. Alun-alun Kota Banjar juga tentunya menjadi saksi bisu dari dinamika peradaban dan perkembangan Kota Banjar Idaman yang berarti indah, damai, asri dan mandiri.

ruang publik kota banjar
SUASANA taman kota Lapang Bhakti Kota Banjar.*

2. Taman Kota Lapang Bhakti

Pesatnya pertumbuhan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Banjar pasca resmi menjadi wilayah otonom baru, membuat kebutuhan masyarakat akan ruang publik semakin meningkat.

Keberadaan alun-alun Kota Banjar tak lagi mampu menampung kebutuhan ruang bagi masyarakat untuk melakukan aktifitas luar ruangan, baik itu interaksi sosial, kegiatan olahraga, hiburan dan aktifitas lainnya.

Kondisi tersebut kemudian direspon Pemerintah Kota Banjar dengan membangun ruang publik baru. Sebuah lapangan sepakbola lantas dibangun menjadi ruang publik yang representatif. Lapangan sepakbola itu dikenal masyarakat dengan sebutan Lapang Bhakti.

Awalnya lahan tersebut milik pemerintah desa Banjar Kecamatan/Kota Banjar yang didapat dari hibah tokoh masyarakat setempat.

Karena Banjar telah menjadi Pemerintahan Kota, maka otomatis status Desa Banjar berubah menjadi Kelurahan.
Sehingga secara otomatis pula, lapang Bhakti menjadi milik Pemkot Banjar.

Lapangan bola yang bisa dibilang sudah usang itu diberi sentuhan pembangunan. Ada tanah lapang berumput hijau dan dikelilingi jongging track, lapang basket, lapang bola voli, wall climbing dan dilengkapi dengan panggung utama.

Fasilitas ini selain bisa dimanfaatkan untuk aktifitas olahraga juga bisa dijadikan tempat pertunjukan musik dan kegiatan lain uang melibatkan massa dalam jumlah banyak.cSederet artis-artis nasional pernah menggelar pertunjukan di tempat ini.

Disamping itu dibangun pula taman hijau lengkap dengan tempat untuk sekedar duduk-duduk menikmati suasana. Karena keasriannya itu, tak heran jika Lapang Bhakti lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Tamkot alias Taman Kota.

Kawasan Tamkot ini menjadi lokasi favorit kawula muda Banjar untuk menghabiskan waktu bercengkerama bersama teman-teman.

Di lokasi ini tersedia pula aneka pedagang kuliner, termasuk becak wisata mirip mobil yang dikenal dengan nama becak cinta. Setiap malam kawasan ini selalu menjadi titik keramaian, terutama di akhir pekan.

ruang publik kota banjar
SUASANA taman Pusdai Kota Banjar di sore hari.*

3. Taman Pusdai

Satu lagi ruang publik di Kota Banjar yang nyaman untuk disinggahi yakni kawasan Pusat Dakwah Islam (Pusdai). Ruang publik yang terletak di Parunglesang Kecamatan Banjar ini seolah menjadi etalase wajah Kota Banjar.

Itu karena lokasinya yang terletak di dekat jembatan baru, sehingga orang yang masuk ke Kota Banjar akan langsung dihadapkan kepada keasrian kawasan ini.

Disini berdiri sebuah bangunan dua lantai. Lantai dasar dijadikan tempat kegiatan dakwah Islam berbentuk aula. Fungsi lainnya aula ini juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan kenduri atau kegiatan seremonial lain, utamanya yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan.

Sementara bagian lantai atas digunakan untuk mesjid. Selain dimanfaatkan oleh warga sekitar, mesjid yang diberi nama Al Multazam ini juga kerap menjad persinggahan bagi pengendara yang singgah di Kota Banjar.

Dibagian belakang bangunan mesjid, terdapat panggung untuk kegiatan pertunjukan seni dan budaya. Pada momentum tertentu, panggung ini menjadi wahana bagi pelaku seni untuk unjuk kebolehan.

Desainnya yang dibuat artistik seakan menambah keindahan ruang publik yang satu ini.

Sementara bagian lainnya adalah kawasan hijau berupa taman yang dipenuhi pepohonan dan tanaman hias. Sejumlah gazebo juga dibangun untuk menjadi tempat bersantai melepas kepenatan.

Pemandangan bibir sungai Citanduy dan suara air sungai mengalir turut menghembuskan ketenangan bagi siapa saja yang ingin bersantai di tempat ini.

Meski berada di bibir sungai Citanduy, namun tak usah khawatir soal keamanan dan keselamatan. Pemerintah Kota Banjar telah membangun tebing tanggul sungai yang kokoh.

Sehingga selain fungsinya untuk pencegah erosi, pembangunan tanggul ini juga membuat pinggiran sungai tampak lebih rapi dan tentu saja jadi menambah keindahan taman Pusdai.

Ruang publik yang satu ini cenderung lebih memberikan ketenangan, ketimbang area publik lain yang ramai pengunjung dan pedagang.

Pos terkait