Qasidah Almanar Obati Kerinduan Penggemarnya

  • Whatsapp
qosidah almanar
WARGA Nagarakasih berjoget bersama grup qosidah Almanar.*

Tasikmalaya – Kerinduan para penggemar grup qasidah Almanar Tasikmalaya di wilayah Kelurahan Nagarakasih Kecamatan Cibereum Kota Tasikmalaya terobati.

Warga tampak antusias menikmati penampilan grup qasidah legendaris di Tasikmalaya itu. Meski dibatasi oleh penerapan protokol kesehatan, mereka asyik berjoget dan bernyanyi bersama.

Bacaan Lainnya

Penampilan qasidah Almanar di Nagarakasih tersebut merupakan acara hiburan dari resepsi pernikahan tokoh masyarakat setempat.

“Ya, ini permintaan warga. Alhamdulillah dicumponan (dikabulkan) oleh pak H. Gilman yang punya hajat.  Lumayan kan jadi dapat hiburan meski harus mematuhi protokol kesehatan, ” ujar Euis (52) dan sejumlah warga setempat.

Gilman Mawardi, tokoh warga setempat yang tengah menggelar syukuran pernikahan putrinya Cecelia Sandra Bayanudin dengan Ilham Wahyudin Malik SH pun tak bisa menolak permintaan dari warga.

Tetapi khawatir mengundang kerumunan, agenda penampilan qosidah Almanar tidak dipublikasikan dalam undangan. “Ini khusus buat warga Nagarakasih saja, ” ujarnya di sela acara yang digelar di halaman kediaman H. Gilman, Senin (11/10).

Makanya acara hiburan itu terpisah dari resepsi pernikahannya.  “Keukeuh warga mau Almanar agar senang dan imunitas terjaga kata mereka. Apalagi, kita pun bangga dengan Almanar, grup qasidah dari kota santri yang sukses bertahan di tengah gempuran industri hiburan di tanah air, ” kata Gilman yang juga Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya itu.

Sekilas Sejarah Grup Qosidah Almanar

Grup qasidah Almanar sendiri dirintis oleh H Muhammad Syam (Alm) pada tahun 60 silam. Nama itu dipilih dengan harapan bisa menjadi sumber cahaya atau mercusuar dalam menyampaikan syiar islam lewat syair dan lagu.

Hanya saja, popularitas Almanar baru terjadi pada tahun 1978. Di mana saat itu, ada festival Rebana tingkat Jawa Barat di Bandung.

Almanar yang saat itu diisi oleh, Heni Nuraeni Syam, Nunung Nuryanti, Enung Nurul Huda, Ade Syarifah (alm), Attin (alm) dan Dedeh Syaidah yang semuanya masih usia sekolah, sukses menghipnotis dewan juri dan menobatkan Almanar sebagai juara pertama .

Sejak saat itu, pelantun tembang berjudul Gema Azan dan Wulidal Huda buah karya dari H Muhammad Syam itu meroket hingga tembus dapur rekaman.

Di era digitalisasi, mereka pun mencoba adaptif dengan perkembangan zaman dengan bertransformasi dengan membangun kanal youtube dan lainnya.

“Tetapi kebersamaan kekeluargaan yang terus dipelihara sang manajer H. Asep membuat eksistensi grup ini tetap terjaga, ” ucap sang MC sembari mempersilahkan Sang Idola Heni Nuraeni Syam ke atas panggung.

Pos terkait