Kelompok Pecinta Alam Tasikmalaya Harus Bangkit

  • Whatsapp
pecinta alam tasikmalaya
SALAH seorang pemateri berbicara pada kegiatan ngobrol pintar (Ngopi) Petualang yang digelar atas inisiasi Wanapala dan Disporabudpar Kota Tasikmalaya, di Ruang Ide, Selasa (12/10).*

Tasikmalaya – Realisasi nilai-nilai kebersamaan dan saling tolong menolong para anggota kelompok pecinta alam di Tasikmalaya harus terus diperkuat.

Hal itu penting agar banyaknya kelompok pecinta alam (KPA) yang tersebar di kota santri bisa memberi kontribusi dalam menjawab persoalan persoalan, termasuk kebencanaan yang potensi datang setiap saat.

Bacaan Lainnya

Menurut¬† R. Diana “Ogut”, salah seorang perintis Forum Pecinta Alam Tasikmalaya (FKPAT), para anggota KPA sejatinya bisa menjadi amunisi handal untuk menjawabnya.

Karena selain karena mental mereka teruji, sebagian besar dari mereka dibekali kemampuan dalam penanggulangan bencana,  sehingga ada beberapa anggota KPA direkrut jadi personil BPBD.

“Sayang setelah ada BPBD serta Pandemi, banyak anggota KPA seperti tiarap dan cenderung mempercayakan penanganan sejumlah bencana kepada keberadaan institusi negara itu , ” ujarnya pada acara ngobrol pintar (Ngopi) Petualang yang digelar atas inisiasi Wanapala dan Disporabudpar Kota Tasikmalaya, di Ruang Ide Kota Tasikmalaya, Selasa (12/10).

Acara turut diisi dengan penggalangan dana untuk Kang Rian Brutus dan Komeng yang sedang terbaring sakit.  Kegiatan juga turut diisi dengan penampilan Cleopatra Band.

Maka melalui momentum ini, Diana “Ogut” berharap KPA kembali ke habitatnya sebagai kelompok yang selalu siap dan tanggap dalam membantu persoalan kebencanaan maupun lingkungan tanpa diminta.

Selain Ogut, acara yang dihadiri lebih dari seratus anggota KPA di Tasikmalaya Raya itu menghadirkan para petualang senior seperti Bongkeng (Pendaki Gunung Senior Indonesia), Mamay S Salim (Pemanjat Senior Indonesia), Iwan Irwan Kweceng (Tim 7 Summit Indonesia) dan Tim Eiger Adventure Service Team (EAST Indonesia).

Kweceng sepakat bahwa kebersamaan jadi ruh dari setiap anggota KPA yang harus dipupuk dan dipelihara. Pada dasarnya, ujar dia, ketika kebersamaan sudah terbangun, maka para anggota KPA bisa jadi problem solving bagi pemerintah.

Apalagi wadah berupa FKPAT, sudah lama terbentuk. “Saya yakin setiap anggota KPA dimanapun memiliki jiwa dan semangat kebersamaan dan tidak akan menolak ketika dimintai bantuan,” ujarnya.

Andriyana Bongkeng mengingatkan agar institusi terkait juga diminta proaktif merangkul para KPA agar keberadaan mereka bisa efektif. “Setelah acara ini, idealnya dilanjut dengan pelatihan skill para anggota KPA,” ujarnya.

Pos terkait